Best Students’ Work



Modal Sosial Sebagai Kunci Keberlanjutan Program Sanitasi Skala Permukiman di Kawasan Urban dan Periurban

Sanifa Fatma Putri. Tingginya tingkat urbanisasi dan kemiskinan menyebabkan munculnya permukiman kumuh dengan pembangunan yang tidak terkendali di kawasan pinggiran metropolitan. Permukiman informal dengan karakteristik kepadatan penduduk yang tinggi dengan kepemilikan lahan yang tidak pasti serta masalah lingkungan dan sosial-ekonomi yang cukup tinggi menyebabkan pemenuhan akses sanitasi menjadi lebih sulit dan kompleks. Pilihan pemenuhan akses sanitasi skala permukiman (on-site sanitation) guna percepatan akses sanitasi memiliki tantangan tersendiri dalam keberlanjutan pelayanan. Secara kelembagaan, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan sistem sanitasi skala permukiman. Namun, sebatas mengandalkan partisipasi masyarakat sebagai tulang punggung keberlanjutan program sanitasi, sangat rentan akan kegagalan. Memperkokoh modal sosial melalui kepastian regulasi, pendampingan berkelanjutan, serta keberlanjutan finansial adalah kunci keberlanjutan program sanitasi skala permukiman di kawasan urban dan periurban.

Read more here.

Kredit Karbon, Sebuah Mekanisme Pengurangan Tanggung Jawab Pembuangan Emisi

Muthya Farah Nur Aulia. Kredit karbon lahir sebagai jawaban atas permasalahan pemanasan global akibat dari meningkatnya kegiatan industri di seluruh dunia. Karbon digadang-gadang menjadi salah satu komoditas menjanjikan untuk dijadikan investasi yang cukup menguntungkan bagi industri sembari ‘menjaga’ lingkungan. Clean Development Mechanism (CDM), salah satu mekanisme kredit karbon, diinisiasi sebagai bentuk tindak lanjut dari Protokol Kyoto untuk dapat segera mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan menekan kenaikan suhu global.

Read more here.

Air Daur Ulang dan Persepsi Konsumen

Firdha Laila Amalia. Perception is reality. If you are perceived to be something, you might as well be it because that’s the truth in people’s minds. (Steve Young). Seiring meningkatnya kebutuhan penggunaan air dan menipisnya cadangan air di alam, daur ulang air merupakan salah satu solusi yang muncul pada abad ini. Banyak negara mulai melirik potensi daur ulang air limbah menjadi air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan beberapa negara lainnya sudah mengaplikasikannya dalam berbagai tahapan penggunaan. Meskipun aspek teknologi daur ulang air telah berkembang pesat, nampaknya potensi penggunaan air daur ulang secara massal oleh masyarakat belum optimal.

Read more here.

Mengakhiri Praktik Greenwash Demi Keberlanjutan Lingkungan

Luky P. Darman. Istilah “hijau”, ”biodegradable”,”organik”,”recycleable” atau “sustainable” pada produk atau jasa bisa jadi hanyalah omong kosong belaka yang digaungkan sebagai bahan pemasaran dan branding. Pihak yang menggunakan kata-kata tersebut sadar akan tumbuhnya kesadaran konsumen akan lingkungan sehingga memanfaatkan kesempatan untuk meraih keuntungan dari produk atau jasa yang dipasarkan secara “hijau”. Sebagai contoh, perusahaan air minum Nestlé menggunakan “eco-shaped bottle” dengan klaim menggunakan 30% lebih sedikit plastik, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut lebih sedikit dari apa (Aggarwal & Kadyan, 2014).

Read more here.

The Ghost Map: a walk to London’s most terrifying epidemic

Skolastika Cynthia, Khalif A. Ghifari, Joshua Nathan, Muhammad A. Fikri. The Ghost Map, written by Steven Berlin Johnson, recounts London’s most terrifying epidemic: the cholera, and the story of how John Snow and his associates defeated the disease. How it changes science, cities, and the modern world with prospects from ideology, science, and case study….

Read more here.

Peran Epidemiologi di Bidang Kesehatan: Mendobrak Paradigma yang Salah di Masyarakat

David Chua, Lasma Rouly Laurencia, Salsa Nabila Stefany, Yusuf Adi Nugraha Irsan. Penyakit kolera yang merebak di London pada tahun 1800-an merupakan dalang di balik kematian ratusan bahkan ribuan orang pada masa itu. Tingginya angka kasus yang terjadi di London salah satunya berkaitan erat dengan paradigma miasmatisme yang dianut oleh sebagian besar warganya. Selain miasmatisme, warga London juga sempat mengaitkan penyakit kolera dengan orang miskin atau masyarakat kelas bawah oleh alasan keterbatasan moral. Ironisnya kasus ini jelas melibatkan manusia dari berbagai kalangan, mulai dari yang strata sosialnya tinggi sampai rendah tanpa pandang bulu…

Read more here.

Kolaboraksi: Pelajaran dari London untuk Indonesia pada Masa Pandemi COVID-19

Averky A. B. Sidebang, Baginda Yusuf Aditya Negara,  Salma Azaria Al Amin, Haekal Muhammad Al Washy. “Ya Harvard suruh ke sini…Tidak ada barang yang ditutupi,” penggalan ucapan Terawan, Menteri Kesehatan Indonesia, saat diminta pendapat soal pernyataan peneliti dari Harvard yang memprediksi virus COVID-19 telah masuk ke Indonesia awal Februari silam. Dikatakannya terlalu mengada-ngada, dilanjutkannya dengan anjuran berdoa hingga belasan ribu positif COVID-19, hingga dibatasinya pergerakan manusia. Begitu pula yang terjadi saat wabah kolera melanda London hampir dua ratus tahun silam.

Read more here.

%d bloggers like this: